Berita
Jalan KH. Ahmad Dahlan Nomor 39 Semarang
(024) 8413482

Jepara, Juli 2025 – Rumah Pelayanan Sosial Disabilitas Mental (RPSDM) Waluyotomo, Jepara, kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan layanan terbaik bagi para penyandang disabilitas mental. Kali ini melalui program unggulan Layanan Speling (Dokter Spesialis Keliling) yang menggandeng tiga institusi besar: Balkesmas Semarang, BKIM Provinsi Jawa Tengah, dan Balkesmas Pati.

Program ini menghadirkan layanan kesehatan terpadu dan menyeluruh, yang menyasar berbagai aspek kesehatan penghuni panti. Pemeriksaan dilakukan langsung oleh para dokter spesialis, meliputi:

  • Deteksi dini penyakit Tuberkulosis (TB) – oleh Dokter Spesialis Paru
  • Skrining kesehatan jiwa – oleh Dokter Spesialis Jiwa
  • Pemeriksaan THT dan mata – oleh Dokter Spesialis THT dan Dokter Spesialis Mata

Layanan ini merupakan bentuk nyata pemerataan akses kesehatan berkualitas bagi kelompok rentan, khususnya penyandang disabilitas mental yang membutuhkan pendekatan holistik dan berkelanjutan.

Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Kepala UPT Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah untuk RPSDM Waluyotomo Jepara, sebagai bagian dari tanggung jawab moril dan struktural untuk memastikan kesehatan penghuni tetap terjaga.

Turut hadir dalam kegiatan ini, Ketua Badan Kerjasama Organisasi Wanita (BKOW) Provinsi Jawa Tengah, Hj. Nawal Arafah Yasin, M.Si, yang memberikan apresiasi mendalam terhadap inovasi layanan kesehatan dan kegiatan pemberdayaan yang dilakukan di panti.

“Pelayanan seperti ini sangat menyentuh dan penting. Tidak hanya memberi perhatian medis, tapi juga menjadi bukti bahwa negara hadir bagi mereka yang membutuhkan,” ungkap Hj. Nawal.

Selain pemeriksaan kesehatan, Ketua BKOW Jateng juga menyempatkan diri melihat hasil karya para penghuni panti yang telah mendapatkan pelatihan seperti:

  • Batik ciprat
  • Kerajinan pot bunga dari kain bekas
  • Pembuatan batu nisan sebagai keterampilan praktis bernilai ekonomi

Kegiatan ini dinilai sebagai upaya luar biasa dalam memberdayakan penyandang disabilitas mental agar lebih mandiri, percaya diri, dan memiliki ruang untuk berkontribusi secara sosial maupun ekonomi.